Friday, 26 February 2010

PENELITIAN TENTANG BANGSA MAYA, KIAMAT 2012 OLEH WILLIAM HART

Artikel ini ditulis oleh william hart berdasarkan penelitian tentang kalender suku maya, keakuratannya dan hal2 yang berhubungan dengan gejala alam yang terjadi akhir2 ini.

Dalam artikel yang dimuat di awal 2004, aku menekankan bahwa kita saat ini berada di putaran matahari terakhir. Periode putaran terakhir ini berlangsung selama 8 tahun, mulai 2004-2012, dan kuberi nama “The Portal”.

Artikelku dilandasi oleh penelitian terhadap kalender suku Maya, yang sudah kulakukan selama 27 tahun. Dalam system kalender Maya, aku mengamati siklus bintik matahari, Transit planet Venus dan kaitannya dengan bencana alam yang terjadi.

Rangkaian akhir penelitian tersebut belum kutemukan, sampai di tahun 2002. Di tahun itu, aku sadar..tahun 2012 yang katanya, merupakan tahun terakhir dalam kalender suku Indian Maya, juga merupakan titik puncak pergerakan matahari dan transit kedua Planet Venus. Penelitian intensifku terhadap bintik matahari menunjukkan bahwa pergerakan bintik tersebut selama 11 tahun memiliki dampak besar bagi umat manusia. Percaya atau tidak, tapi hal-hal yang terjadi, seperti : perang, bencana alam, sampai pergerakan bursa saham, bergerak sesuai dengan arah bintik matahari!

Bintik Matahari

Banyak peneliti independent lainnya berkesimpulan sama denganku. Tapi, tak ada yang menyadari, kaitan kalender suku Indian Maya mengenai tahun 2012 dengan pergerakan transit Planet Venus dan bintik matahari. Ketiganya berhubungan! Inilah alasan kenapa ada istilah “Solar Priest”, dan inilah dasar dari ilmu sains jaman dulu.

Sebenarnya, pemahaman orang Maya tentang sains sangat baik. Menurut Indian Maya, kalender merupakan sebuah siklus yang diberi nama “Siklus Abad Matahari” yang berlangsung selama 5125 tahun. Menurut orang Maya, kita kini berada di akhir periode matahari kelima.

Saat aku mencocokkan masa transit Planet Venus pada kalender kita, aku terkejut. Ternyata orang-orang jaman dulu sangat memahami siklus periodic, dan aktivitas astronomic yang baru ditelaah bangsa Barat 300 tahun yang lalu. Apakah cuma berdasar kebetulan, kalau mereka mengatakan bahwa tahun 2012 adalah akhir dari system kalender tersebut? Pertanyaan inilah yang membuatku menyelidiki catatan sejarah untuk melihat apakah ada kaitan antara transitnya Planet Venus dan bencana alam di bumi.

Venus

Apa yang kudapat, membuatku terkejut. Penemuanku ini, adalah jawaban dari berbagai misteri yang menjadi tanda tanya bagi banyak peneliti selama ini. Aku takjub saat menemukan, bahwa periode transit Venus pernah terjadi di tahun 1518-1526. Dan, dalam kurun waktu tersebut, seorang lelaki bernama Hernan Cortez memimpin 300 tentara Spanyol untuk menduduki Meksiko. Sulit membayangkan, bagaimana 300 orang bisa menaklukkan Kerajaan Aztec yang sangat kuat dan memiliki pertahanan militer hebat. Tetapi itu terjadi. Kemenangan Spanyol ini, mungkin terkait ramalan kuno yang dipercaya para pemimpin kuil. Yaitu mengenai kembalinya Dewa Quetzacoatl di tahun 1 Reed (1518). Dewa tersebut memiliki hubungan erat dengan Planet Venus. Quetzacoatl digambarkan sebagai laki-laki berkulit putih, berjenggot dan datang ke Meksiko kuno untuk mendidik masyarakat yang terbelakang, menjadi beradab. Ramalan ini mungkin terdengar seperti omong kosong bagi kita. Tapi, bagi bangsa Aztec saat itu, ketika ada perahu muncul di perairan Yucatan, Raja Montezuma begitu ketakutan, sampai-sampai tak bisa berpikir jernih. Hal ini tercatat dalam sejarah, meski secara logika tak masuk akal. Andai bangsa Aztec tidak percaya pada ramalan ini, maka ke 300 pasukan Spanyol yang datang bisa mereka hancurkan dengan mudah. Kenapa bangsa Aztec bisa terjebak dalam ketakutan yang dalam? Setelah kupelajari, ternyata sebelum Cortez datang, terjadi bencana meletusnya Gunung Popocateptyl. Di samping itu, sejumlah aktivitas paranormal juga terjadi di sana, seperti penampakan UFO dan banjir besar yang mendadak melanda ibu kota mereka. Para pemimpin spiritual Aztec telah meramalkan akhir peradaban bangsa pembangun pyramid tersebut, yang kemudian direalisasikan oleh kedatangan Cortez, bertepatan dengan periode kedua transitnya Planet Venus, di tahun 1526. Ramalan tentang tahun 2012 memiliki berbagai makna penting, setelah aku menjalankan penelitian ini. Periode transit Planet Venus berikutnya adalah tahun 1631-1639. Dan yang membuatku terkejut adalah, untuk pertama kalinya, setelah periode transit tersebut, bintik matahari menghilang selama 70 tahun. Dan periode ini dikenal sebagai “zaman es kecil”. Setelah itu, bintik matahari muncul lagi di tahun 1720, dan aktivitas matahari meningkat, hingga mencapai puncaknya, yaitu di tahun 1960. Kini, semuanya semakin dramatis. Jika orang-orang Indian Maya itu tepat, maka…akan ada semacam ledakan matahari yang mencapai puncaknya di tahun 2012, di mana siklus bintik matahari akan mencapai puncaknya secara bersamaan dengan transitnya Planet Venus. Aku kemudian mengumpulkan berbagai data bencana alam, mulai dari tahun 1900 hingga sekarang. Dan hasil pengamatanku, sangat menakutkan : jumlah, frekuensi dan kekuatan bencana alam, mulai dari gempa, letusan gunung hingga badai meningkat pesat sejak tahun 1960. Para ilmuwan berusaha menyembunyikan kenyataan ini dari masyarakat luas, dengan memusatkan perhatian kita pada “data rata-rata “ (average) saja, bukan data pertambahan jumlah bencana alam katastrofik . Statistik yang diterbitkan dibuat sehalus mungkin, supaya tidak menakutkan, jadi hanya menampilkan jumlah rata-rata saja. Hal ini bertujuan untuk menutupi fakta bahwa jumlah kejadian bencana alam seperti aktivitas vulkanik, gempa, badai dan gejala alam lainnya,sesungguhnya meningkat tajam selama 45 tahun terakhir! Apa yang menyebabkan para ilmuwan tidak transparan? Seolah-olah mereka membiarkan masyarakat luas “terlena”……!!! Ada apa sesungguhnya??? Rutinitas kesibukan dan berbagai problematika hidup, membuat kita nggak menyadari, bahwa sesungguhnya..di sekitar kita, perubahan-perubahan mulai terjadi. Kalau bencana itu bukan bencana besar, biasanya kita nggak menyadarinya. Yang ingin saya tegaskan di sini adalah, para pemimpin bangsa Maya ribuan tahun lalu sudah mengetahui, bahwa pergerakan matahaari, saat memasuki periode ini, mengakibatkan peningkatan tajam pada jumlah bencana alam. Matahari sesungguhnya merupakan semacam dynamo elektromagnetik yang mempengaruhi biosfir bumi. Jadi, akivitas matahari pasti berdampak pada planet bumi, sekecil apapun itu. Sekarang, ayo kita melihat data yang ada! Di abad ke 19, jumlah gempa bumi yang tercatat ada 2119 kejadian, di seluruh dunia. Dan laporan statistic gempa tahun 1970 di Amerika, mencatat 4139 kejadian. Ini di Amerika saja. Bandingkan peningkatannya! Dan, jumlah gempa terbanyak mulai bermunculan sejak tahun 1960. Menurut catatan, gempa terbesar saat itu terjadi di Chili. Bersamaan dengan ini, berbagai bencana lainnya susul menyusul, seperti : letusan gunung berapi skala besar, badai, topan dan angin putting beliung. Pada tahun 1990, Gunung Popocatpetyl meletus, setelah selama berabad-abad tertidur. Dan beberapa gunung di Meksiko juga meletus tak lama setelahnya. Di abad 19, jumlah letusan gunung berapi bisa dihitung dengan jari. Tapi semenjak tahun 1960, letusan gunung berapi mulai bermunculan. Berikut, catatan daftar bencana badai tornado per decade : Badai Tornado Periode 1950an, ada 4796 kejadian Periode 1960an, ada 6813 kejadian Periode 1970an, ada 8580 kejadian Periode 1980an, ada 8196 kejadian Periode 1990an sampai hari ini, lebih dari 10.000 kejadian!!

Pada tiap decade, pertambahan jumlah tornado dahsyat semakin tinggi. Ada 13 kasus tornado di tahun 1996, dan 28 kasus di tahun 1998. Menurut laporan UNISDR (United Nastions Disaster Reduction Agency) terbitan 17 September 2004, bencana alam meningkat tajam jumlahnya, dengan skala global. Pada tahun 2003, sebanyak 254 juta orang terkena dampak berbagai bencana alam yang terjadi. Dan jumlah kasusnya, 3 kali lipat dari tahun 1990.

Menurut statistic milik Pusat Riset Epidemiologi Bencana Alam di Universitas Louvain, Belgia, selama satu decade terakhir, pertambahan jumlah korban bencana alam sangat pesat. Kesimpulan ini sejalan dengan pernyataan dari Zurich Re, perusahaan asuransi terbesar dunia, yang mengatakan bahwa “sejak tahun 1960, bencana alam bagaikan industri yang perkembangannya begitu pesat.” Para ilmuwan kita baru saja menemukan fakta yang telah diketahui oleh para ilmuwan kuno, ribuan tahun yang lalu, bahwa bumi harus melalui siklus periodic yang menyebabkan kejadian bencana alam meningkat pesat. Namun, para ilmuwan kita belum menyadari bahwa siklus ini dipengaruhi fluktuasi bintik matahari. Inilah inti dari pengetahuan yang dimiliki para ilmuwan kuno. Jangan salah paham dulu, aku belum menyimpulkan apa-apa, dan tidak membuat klaim apapun. Sejauh pengamatanku, system pengamatan bintik matahari ini sudah dikembangkan sejak lama. Dan aku berharap, berbagai kejadian yang melanda planet kita ini, bisa membuat semua orang menyadarinya. Saat ini, kita semua sedang menghitung mundur ke tahun 2012, dan bumi makin bergejolak, luapan gas panas, banjir, longsor, lahar dan letusan gunung terjadi di mana-mana. Saya pernah membuat beberapa prediksi mengenai pemahaman ini. Saya pernah menegaskan, bahwa kita semua akan mulai merasakan akselerasi pertambahan bencana alam, saat transit planet Venus tahap pertama dimulai, yaitu tahun 2004. Ini berarti, kita sudah masuk di Era Portal, dan apa maksudnya? Lihat saja, jumlah aktivitas vulkanik meningkat tajam. Semuanya dimulai pada tanggal 22 Juni 2004, saat Gunung Ijen di Jawa, Indonesia, tiba-tiba aktif. Kemudian tanggal 29 Juni, gunung Bezymianny di Rusia meletus. Di Juli 2004, tercatat 8 gunung susul menyusul meletus di seluruh dunia, mulai dari Jepang, Amerika Tengah, sampai Indonesia. Bulan Agustus, letusan kembali terjadi di kawasan selatan Samudera Atlantik, Papua Nugini dan IndonesiaKondisi ini bukanlah aktivitas vulkanik normal. Tak mungkin bisa susul menyusul secepat itu. Kejadian vulkanik semakin intens di bulan September 2004. Ada 15 gunung tercatat aktif dengan aktivitas vulkanik yang mengakibatkan gempa skala sedang. Di bulan September 2004, Gunung Aetna di Itali, Mauna Loa di Hawaii dan Gunung Kiki di Jepang secara bersamaan aktif, disusul gunung-gunung yang ada di Kolombia, Alaska, Indonesia, Kongo dan Rusia. Pada tanggal 5 Oktober 2004, tercatat 10 gunung bersamaan kembali aktif, seiring meletusnya Gunung St.Helens. Gempa dan Letusan gunung berapi skala besar terus menunjukkan pertambahan, pada setiap decade : Aktivitas Vulkanik tahun 2004 ( Periode Bulan Juni-Oct 8, 2004) June 10 — Kamchatka Peninsula, Russia - 6.9M June 28 — Illinois — 4.2M June 28 – Selatan Timur Alaska — 6.8M July 01 – Timur Turkey — 5.2M July 24 – Selatan Sumatra Indonesia — 7.3M September 05 – Pantai Selatan Barat Honshu, Jepang — 7.2M September 05 – Pantai Selatan Honshu, Jepang — 7.4M September 28 — California — 6.0M October 08 – Kepulauan Solomon — 6.8M October 08 — Mindoro, Filipina — 6.5M October 09 – Dekat pantai Nicaragua — 6. Jika kita mundur ke 5-6 dekade lalu, maka tingkat aktivitas vulkanik dan gempa jauh lebih kecil dibandingkan data ini. Hal ini membuktikan, adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang pesat sejak tahun 1960. Semua ini sesuai dengan prediksi para Pemuka bangsa Maya. Peningkatan berbagai bencana alam dan aktivitas vulkanik mencapai titik puncaknya antara tahun 2010 hingga 2012. Apakah ini berarti dunia akan berakhir?? Apakah ini berarti, punahnya kehidupan?? Prediksi Indian Maya tentang 2012 tidak menyebutkan tentang punahnya kehidupan, tapi, bagi mereka, 2012 adalah AKHIR dari siklus periode 5000 tahun tersebut. Kita semua telah menjadi saksi ganasnya bencana alam yang terjadi di seluruh dunia dan perubahan-perubahan iklim yang dramatis. Maksud tulisanku, bukanlah menciptakan kepanikan, atau ketakutan. Kita harus menggunakan pengetahuan kuno ini untuk mempersiapkan diri menghadapi era kekacauan yang sedang kita jelang. Perubahan-perubahan sudah terjadi. Mulai sekarang, perhatikanlah alam lebih seksama.

Sadarkah Anda, bahwa para ilmuwan kita sepanjang decade ini begitu intens mempelajari, memantau dan berusaha mengembangkan formula untuk memprediksi bencana alam, seperti gempa, letusan gunung, badai dan lain-lainnya? Ada satu kepanikan di kalangan para ilmuwan geologi yang tak disadari oleh masyarakat umum. Apa yang sesungguhnya sedang terjadi?

Para ilmuwan ini tahu, sesuatu yang dahsyat akan terjadi. Para ahli fisika gempar ketika menyadari matahari mendadak mengalami rangkaian ledakan dan badai. Hal ini tak diduga, karena sepanjang tahun 1999 hingga 2001, kita sudah melalui periode siklus bintik matahari. Biasanya, sesudah siklus, matahari mengalami saat tenang. Tapi, ini tak terjadi! Malah aktivitasnya semakin bergolak. Apa yang sesungguhnya terjadi, tak bisa diperkirakan secara akurat. Pada tanggal 26 Desember 2004, satu dari empat gempa terbesar yang melanda planet ini terjadi, yaitu gempa berkekuatan 9 skala Richter, yang mengakibatkan gelombang tsunami dahsyat di Samudera Hindia. Sampai hari ini, aktivitas vulkanik di seluruh dunia tercatat masih tinggi.




Thursday, 11 February 2010

Sekuntum Doa Untuk Bunda


Bunda...
Tak ada yang patut diawali dalam rislah sunyi ini kecuali untaian kata maaf, karena barangkali anakmu yang durhaka ini terlambat menyuguhkan ucapan selamat. Meski hanya ucapan, semoga saja menjadi kenyataan, bukan hanya kepura-puraan, apalagi sekedar seremonial yang dipaksakan. Itu yang ku inginkan.

Bunda...
Setiap tanggal 22 Desember, namamu selalu disebut-sebut orang dan dirayakan dengan gegap gempita. Manusia di jagat ini berlomba-lomba mengagungkanmu dengan lantunan kata-kata, mungkin juga rajutan doa-doa. Beragam festival digelar, bermacam hajatan diselenggarakan. Ada lomba merangkai puisi dengan tema Ibu. Ada lomba memasak, tataboga dan sejenisnya. Entah benar atau tidak, konon, semuanya dilakukan hanya untuk memuliakanmu, mengagungkanmu dan mengenang jasa-jasamu...

Bunda...
Sungguhpun telah kuciptakan jutaan sajak untuk memujimu, niscaya kemuliannmu belum terlampaui. Sembilan bulan kau mengandungku, adalah keajaiban besar yang diabadkan sejarah. Maka tidak berlebihan bila kebesaran jiwamu adalah tonggak peradaban dunia. Dan kelahiran dunia adalah keringat-keringat surgawimu...

Bunda...
Malam-malam di perantauan adalah gelora kesunyian. Maka mengingatmu adalah kerinduan yang menentramkan, apalagi ketika wajahmu tiba-tiba hadir dalalm doa panjangku. Malam pun bergerimis, menyemai bait-bait tangis. Ah, kerinduan itu....

Bunda...
Izinkan anakmu memanggil namamu dengan sebutan BUNDA, meski sebelumnya sering memanggilmu EMAK. Tak usah malu, Bunda, karena aku,anakmu,sungguh benar-benar menyayangimu . Dan doaku selalu menyertaimu...




Tuesday, 2 February 2010

“ SIAPA AKU ??? “





Aku adalah buah hati dari pasangan Juhernaidi dan Yumkhastuti. Aku adalah anak ketiga dari tiga bersaudara. Abangku adalah anak yang pertama, dan kakakku adalah anak yang kedua. Sekarang abangku masih mengikuti perkuliah, sedangkan kakakku sudah bekerja.

Ibuku meninggal ketika aku mulai beranjak remaja, tepatnya waktu aku kelas 1 SMP. Sekarang aku sudah kelas 3 SMP. Bakatku terlihat dari hobiku yang suka menulis dan membaca. Jika aku lagi sendiri atau sedang berada di dalam kamar, aku bisa saja merangakai kata demi kata hingga terbentuk menjadi beberapa bait puisi. Sudah banyak puisi yang ku rangkai, di antaranya “ SENYUMAN TERAKHIR “. Itu adalah puisi yang ku buat tentang ibuku.

Aku memang suka menulis dan membaca, tapi niatku belum tertuju untuk menjadi seorang penulis. Aku hanya ingin bercita-cita menjadi orang yang sukses. Dulu ibuku pernah berkata padaku, kakakku, dan abangku,“ Cita-cita kalian adalah cita-cita ibu “.


Monday, 25 January 2010

"RESEP"

UDANG BINTIK

Bahan :
½ kg udang, buang kepalanya
5 sendok makan blue band
3 siung bawang putih, 1 ruas jari jahe dihaluskan
10 buah jagung, lepaskan biji dari bongkolnya
10 buah cabai hijau, potong kasar
½ bungkus royco rasa udang
Segelas air putih

Cara Memasak :
1. Tumis bawang putih, jahe dan bawang Bombay dengan blue band sampai terasa harum
2. Kemudian masukkan udang, jagung, royco, lalu aduk sampai rata
3. Selanjutnya tambahkan air, dan masak terus sampai jagung matang dan air tinggal sedikit.
4. Terakhir masukkan cabai, lalu aduk sampai cabai layu lalu


UDANG SEA FOOD SPRING ROOL

Bahan :
50 gram jamur
100 gram udang yang besar dan sudah dikupas
50 gram scallop
20 gram rumput laut kering (bisa dibeli ditoko swalayan)
6 lembar kulit lumpia, beberapa tangkai daun kucai
Minyak, garam dan merica secukupnya

Cara Memasak :
1. Rumput laut direndam lalu ditiriskan
2. Kemudian jamur, udang, scallop dan kucai dipotong potong kecil, lalu campurkan semua bahan kecuali kulit lumpia
3. Selanjutnya adonan isi dibagi menjadi enam bagian , lalu bungkus setiap bagian dengan satu lembar kulit lumpia, ikan dengan daun kucai sehingga mirip kantung (maksudnya seperti pundit-pundi)
4. Setelah itu goreng dengan minyak yang panas sampai matang

Bahan Saus :
1 siung bawang putih
½ sendok teh garram
½ sendok makan jamur hitam yang sudah dicincang halus
½ sendok teh merica halus
1 sendok teh kecap asin
1 sendok teh tepung sagu yang sudah dicairkan dengan empat sendok makan air
1 sendok makan minyak untuk menumis

Cara Membuat Saus :
1. Tumis bawang dengan minyak, kemudian masukkan bumbu yang sudah dihaluskan ke dalam tumisan bawang
2. Lalu tambahkan sagu cair. Selanjutnya masak sampai terasa harum
3. hidangkan saus ini sebagai pelengkap udang seafood spring rool yang kita buat tadi.


SOTO BANTEN


Bahan :
100 gram kentang yang sudah dikupas lalu diiris halus terus digoreng
1 putih telur
50 gram kornet
½ bungkus royco rasa daging sapi
No.1 sampai 4 dicampur
½ kg usus
200 gram blue band
1 ½ bungkus royco rasa daging sapi
1 batang sereh, memarkan
2 lembar daun salam
1 ruas jari lengkuas
4 gelas santan, dari satu buah kelapa
2 sendok makan bawang goring
7 butir bawang merah, dihaluskan
4 siung bawang putih, dihaluskan
1 ruas jari jahe, dihaluskan
50 gram emping

Cara Memasak :
1. Rebus usus dengan setengah bungkus royco sampai empuk, angkat kemudian goreng setegah matang dengan blue band, lalu angkat, kemudian iris kecil-kecil, dan sisihkan.
2. kentang yang sudah dicampur jadi satu, dibentuk bulat pipih lalu digoreng dengan blue band sampai berwarna kecoklatan, lalu angkat dan sisihkan
3. tumis bumbu dengan blue band sampai terasa halus, kemudian masukkan kedalam santan lalu tambah royco, terus masak sampai mendidih sambil diaduk-aduk agar santan tidak pecah, lalu angkat.
4. Hidangkan usus dan perkedel kentang di dalam mangkuk, lalu siramkan kuahnya, jangan lupa taburi dengan bawang goreng dan emping.
5. Kalau ingin tahu rasanya silahkan anda mencoba.


SOTO MIE BETAWI

Bahan :
½ kg daging tetelan dan tulang muda, dipotong potong
Air secukupnya
¼ kol diiris halus
½ kg mie basah
3 batang seledri
3 batang daun bawang, diiris-iris
2 buah tomat, diiris-iris
3 sendok makan bawang goring
4 lembar daun jeruk purut
2 batang sereh memarkan
25 gram blue band
8 sendok makan kecap manis
1 bungkus royco rasa daging sapi

Bumbu :
6 siung bawang putih, dihaluskan
8 butir bawang merah, dihaluskan
1 ruas jar jahe, dihaluskan
½ sendok lada halus

Cara Memasaknya :
1. Bersihkan daging dan tulang muda kemudian rebus sama daun jeruk purut dan sereh sampai empuk.
2. kemudian tumis bumbu dengan blue band sampai harum, lalu masukkan ke dalam rebusan daging, jangan lupa tambah royco, terus kecap manis dan daun bawang dimasak sampai mendidih, lalu angkat
3. Hidangkan mie, kol, seledri, tomat dan bawang goring dalam mangkuk, kemudian siramkan kuahnya.
4. Selamat mencoba bagi anda yang ingin tahu rasanya.


SOP AYAM

Bahan :
Daging ayam
Udang
Merica
Telur
Kenteng
Wortel
Pala powder
Bawang putih
Bawang merah
Macaroni dan garam

Cara Memasak :
1. Tumis bumbu yang sudah dihaluskan sampai terasa harum dengan mentega
2. panaskan minyak, lalu tuangkan udang goreng supaya siap dipakai
3. Rebus air, Masukkan wortel, daging ayam ke dalam sop ayam, dimasak sampai empuk. Setelah empuk masukkan kentang, macaroni dan garam secukupnya
4. rebus sampai matang dan sebelum dihidangkan taburkan bawang goreng secukupnya.